Minggu, 30 Maret 2014

Luas Kelapa Sawit Indonesia Hingga 2013

Luas Kelapa Sawit Indonesia Hingga 2013. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus bertambah seiring dengan potensi bisnisnya yang sangat mengairahkan apalagi di tahun 2014 ini harga kelapa sawit di tingkat petani lebih besar dari Rp. 2000/kg tandan buah segar. Sehingga sering di temukan banyak pengalihan lahan yang awalnya adalah untuk tanaman pangan di alih fungsikan menjadi tanaman kelapa sawit karena petani berharap keuntungan yang di hasilkan akan lebih meningkat.

Akibat peningkatan pembukaan lahan yang besar – besaran 10 tahun terakhir di Indonesia maka banyak tuduhan dari internasional yang menyebutkan bahwa pembukaan lahan kelapa sawit di Indonesia merusak lingkungan dan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Tuduhan tersebut perlu memperoleh perhatian serius karena sudah mulai diwujudkan dalam berbagai bentuk hambatan perdagangan internasional khususnya produk-produk pertanian Indonesia seperti minyak sawit di beberapa negara/kawasan.

Menurut sumber Badan Pusat Statistik yang di ambil dari situs resminya menyebutkan Indonesia memiliki kebun kelapa sawit seluas 992.400 Ha pada tahun 1995. Tetapi pada tahun 2000 luas perkebunan kelapa sawit mencapai 2.991.300 Ha. Ini berarti dalam kurun waktu 5 tahun terdapat laju pertumbuhan perkebunan kelapa sawit sebesar 201%. Ini merupakan laju pertumbuhan yang sangat luar biasa karena lebih besar dari 40% pertahun terjaid penambahan areal perkebunan.

Jika kita bandingkan dengan tahun 2005 Kebun Kelapa Sawit diIndonesia seluas 3.593.400 Ha jika kita bandingkan dengan tahun 2000 yang memiliki luas 2.991.300 Ha maka terjadi peningkatan luas lahan seluas 602.100 Ha atau mengalami peningkatan sebesar 20%. Jika kita lihat pada periode ini peningkatan pembukaan lahan untuk kelapa sawit berkurang dari periode sebelumnya hal ini mungkin disebabkan karena tren harga pada periode tahun 2000 sampai dengan 2005 juga rendah.


Pada periode berikutnya yaitu 2005 – 2010 terjadi juga peningkatan luas lahan perkebunan kelapa sawit dari 3.593.400 Ha  menjadi 8.385.394 Ha. Ini berarti masih terjadi peningkatan sebesar 4.791.994 Ha atau mengalami peningkatan sebesar 133,35%. Peningkatan luas lahan ini kemungkinan besar disebabkan oleh peningkatan harga kelapa sawit di tingkat petani meskipun harga sempat turun pada tahun 2009. Jika di lihat secara tahun maka pada tahun 2010 peningkatan luas lahan kelapa sawit hanya sebesar 2 %  atau seluas 137.066 Ha dari tahun sebelumnya yaitu 8.248.328 Ha pada tahun 2009.

Tabel Laju Pertubuhan Luas Beberapa Komoditi Perkebunan
Uraian
2011
2012
Laju Pertumbuhan (%)
Karet
3.456.128
    3.506.201
 1.45
Kelapa
3.767.704
    3.781.649
 0.37
Kelapa Sawit
8.992.824
    9.572.715
 6.45
Kopi
1.233.698
    1.235.289
 0.13
T e h  
   123.938
       122.206
 -1.40
Data diolah dari Luas Areal dan Produktivitas Perkebunan di Indonesia Direktoran Jendral Perkebunan

Berdasarkan data yang di peroleh dari Direktoran Jendral Perkebunan pada tahun 2011 dan 2012 maka laju pertumbuhan luas kebun kelapa sawit mencapai 6,45% dan angka ini paling tinggi bila di bandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya seperti Karet sebesar 1,45%, Kelapa sebesar 0,37%, Kopi sebesar 0,13% dan Teh sebesar -1,40%.

Jika kita membuat laju pertumbuhan perkebunan kelapa sawit sebesar 5% pertahun maka pada tahun 2014 ini Indonesia bakal memiliki 10.654.432 Ha perkebunan kelapa sawit. Tetapi mengigat harga kelapa sawit yang saat ini sangat tinggi maka kemungkinan luas lahan baru akan lebih besar dari 10% seperti pada periode tahun 2000-2005 yang mencapai 20% pertahun.

Kita berharap agar pembukaan lahan baru mengikuti peraturan pemerintah terutama tentang larangan pembukaan lahan tanpa bakar karena dalam beberapa tahun terakhir ini dibeberapa daerah terutama Propinsi Riau selalu terjadi musibah kabut asap yang di sebabkan oleh kebakaran lahan. 

Pengertian, Jenis dan Fungsi Pupuk bagi Tanaman

Pengertian, Jenis dan Fungsi Pupuk bagi Tanaman. Pupuk dapat di defenisikan sebagai unsur hara yang berasal dari bahan alami (organik) atau bahan buatan (anorganik) yang di berikan kepada tanaman. Di dalam tubuh tanaman pupuk adalah sebagai salah satu sumber zat hara buatan yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan nutrisi terutama unsur-unsur nitrogen , fosfor, dan kalium. Sedangkan unsur sulfur, kalsium, magnesium, besi, tembaga, seng, dan boron merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien).

Berdasarkan asal atau kejadiannya, pupuk dapat digolongkan sebagai berikut :

a.    Pupuk Organik
Pupuk organic adalah semua sisa bahan tanaman, pupuk hijau, dan kotoran hewan yang mempunyai kandungan unsur hara rendah. Pupuk organic tersedia setelah zat tersebut mengalami proses pembusukan oleh mikro organisme. Selain pupuk anorganik, pupuk organic juga harus dberikan pada tanaman. Macam-macam pupuk organic adalah sebagi berikut:
1.    Kompos
Pupuk kompos adalah pupuk yang dibuat dengan cara membusukkan sisa-sisa tanaman. Pupuk jenis ini berfungsi sebagai pemberi unsure-unsur hara yang berguna untuk perbaikan struktur tanah.
2.   Pupuk Hijau
Pupuk hijau adalah bagian tumbuhan hijau yang mati dan tertimbun dalam tanah. Pupuk organic jenis ini mempunyai perimbangan C/N rendah, sehingga dapat terurai dan cepat tersedia bagi tanaman. Pupuk hijau sebagai sumber nitrogen cukup baik di daerah tropis, yaitu sebagai pupuk organic sebagi penambah unsure mikro dan perbaikan struktur tanah.
3.    Pupuk kandang
pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Kandungan hara dalam puouk kandang rata-rata sekitar 55% N, 25% P2O5, dan 5% K2O (tergantung dari jenis hewan dan bahan makanannya). Makin lama pupuk kandang mengalamai proses pembusukan, makin rendah perimbangan C/N-nya.


b.     Pupuk Anorganik
Pupuk anorganik atau pupuk buatan (dari senyawa anorganik) adlah puuk yang sengaja dibuat oleh manusia dalam pabrik dan mengandung unsure hara tertentu dalam kadar tinggi. Pupuk anorganik digunakan untuk mengatasi kekurangan mineral murni dari alam yang diperlukan tumbuhan untuk hidup secara wajar. Puuk anorganik dapat menghasilkan bulir hijau dan yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis.
Berdasarkan kandungan unsur-unsurnya, pupuk anorganik digolongkan sebagai berikut :
1.     Pupuk Tunggal
Pupuk tunggal yaitu pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsure hara sebagai penambah kesuburan. Contoh pupuk tunggal yaitu pupuk N, P, dan K.
a.    Pupuk Nitrogen
Fungsi nitrogen (N) bagi tumbuhan adalah:
-  Mempercepat pertumbuhan tanaman, menambah tinggi tanaman, dan merangsang pertunasan.
-      Memperbaiki kualitas, terutama kandungan proteinnya.
-      Menyediakan bahan makanan bagi mikroba (jasad renik)
Nitrogen diserap dalam tanah berbentuk ion nitrat atau ammonium. Kemudian, didalam tumbuhan bereaksi dengan karbon membentuk asam amino, selanjutnya berubah menjadi protein. Nitrogen termasuk unsure yang paling banyak dibutuhkan oleh tanaman karena 16-18% protein terdiri dari nitrogen. Pupuk yang paling banyak mengandung unsure nitrogen adalah pupuk urea.
Macam-macam pupuk nitrogen sebagai berikut.
-      pupuk urea(CO(NH2)2) yang mengandung 47% nitrogen (paling tinggi dibandingkan dengan pupuk nitrogen jeni lain). Urea sangat mudah larut dalam air dan juga mudah diubah menjadi ion nitrat (NO3-) yang mudah diserap oleh tumbuh-tumbuhan. Cara pembuatan urea :
2NH3(g) +CO2(g)         CO(NH2)2(s) +H2O (l)
-  Pupuk ZA (Zwavel Ammonium) atau ammonium sulfat ((NH4)2SO4) yang mengandung 21% nitrogen.
-      Pupuk ammonium klorida (salmiak) atau NH4Cl, mengandung 20% nitrogen.
-      Pupuk ASN (ammonium Sulfat Nitrat) atau [(NH4)3(SO4)(NO3)], mengandung 23-26% nitrogen.
-      Pupuk natrium nitrat atau sodium nitrat (NaNO3), mengandung 15% nitrogen.
b.    Pupuk Posfat
Posfat (P) bagi tanaman berperan dalam proses:
l  respirasi dan fotosintesis
l  penyusunan asam nukleat
l  pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah.
l  Perangsang perkembangan akar, sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap kekeringan, dan,
l  Mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen.
Unsure fosfor diperlukan diperlukan dalam jumlah lebih sedikit daripada unsure nitrogen. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk apatit kalsium fosfat, FePO4, dan AlPO4.
Macam-macam pupuk fosfor sebagai berikut :
-      pupuk superfosfat (Ca(H2PO4)2) yang sangat mudah larut dalam air sehingga mudah diserap oleh akar tanaman. Contoh: Engkel superfosfat (ES) yang mengandung sekitar 15% P2O5, Double superfosfat (DS) yang mengandung sekitar 30% P2O5, dan Tripel Superfosfat (TSP) yang mengandung sekitar 45%P2O5.
-      Pupuk FMP (Fused Magnesium Phosphate) atau Mg3(PO4)2 yang baik digunakan pada tanah yang banyak mengandung besi dan aluminium.
-      Pupuk aluminium fosfat (AlPO4)
-      Pupuk besi (III) fosfat (FePO4)

c.    Pupuk Kalium
Fungsi kalium bagi tanaman adalah
l  Mempengaruhi susunan dan mengedarkan karbohidrat di dalam tanaman.
l  Mempercepat metabolisme unsure nitrogen,
l  Mencegah bunga dan buah agar tidak mudah gugur.
Macam-macam pupuk kalium sebagai berikut:
-      pupuk kalium klorida atau potassium klorida (KCl). Ada 2 macam pupuk KCl yang beredar di pasaran, yaitu KCl 80 (mengandung 50% K2O) dan KCl 90 (mengandung 53% K2O).
-      Pupuk ZK (Zwavel Kalium) atau kalium sulfat (K2SO4) yang baik digunakan pada tanaman yang tidak tahan te rhadap konsentrasi ion klorida tinggi. Ada 2 macam pupuk ZK yang beredar di pasaran, yaitu ZK 90 (mengandung 50% K2O) dan ZK 96 (mengandung 53% K2O).


2.    Pupuk Majemuk
Pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsure hara yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah. Contoh pupuk majemuk yaitu NP, NK, dan NPK. Pupuk majemuk yang paling banyak digunakan adalah pupuk NPK yang mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), ammonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4), dan kalium klorida (KCL).
Kadar unsure hara N, P, dan K dalam pupuk majemuk dinyatakan dengan komposisi angka tertentu. Misalnya pupuk NPK 10-20-15 berarti bahwa dalam pupuk itu terdapat 10% nitrogen, 20% fosfor (sebagai P2O5)dan 15% kalium (sebagai K2O).
Penggunaan pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis tanaman yang akan dipupuk karena setiap jenis tanaman memerlukan perbandingan N, P, dan K tertentu. Di Indonesia beredar beberapa jenis pupuk majemuk dengan komposisi N, P, dan K yang beragam.

Demikian Informasi tentang defenisi, jenis dan fungsi pupuk bagi tanaman semoga membantu dan bermanfaat.

Kamis, 27 Maret 2014

Petani Kelapa Sawit Bersertifikat RSPO di Indonesia

Petani Yang sudah Bersertifikat RSPO Di Indonesia. Seiring dengan banyaknya produksi dari kelapa sawit terutama CPO muncul kecurigaan dari berbagai pihak terutama LSM asing yang mengkampanyekan bahwa produksi ini dilakukan dengan merusak lingkungan. Hal inilah yang membuat pengusaha kelapa sawit dan stake holdernya melakukan pertemuan yang akhirnya menghasilkan RSPO (Rountable Sustainable Palm Oil). Sertifikasi RSPO atau jika di bahasa Indonesiakan dapat di sebutkan sebagai sertifikat kelapa sawit lestari. Dimana jika sudah memeproleh sertifikat ini maka produk kelapa sawit yang di hasilkan sudah memenuhi standart international tentang lingkungan, perkeja dan sosialnya.

Pemerintah Indonesia juga berusaha melindungi petani kelapa sawitnya dengan mengeluarkan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) jika RSPO bersifat sukarela maka berbeda dengan ISPO yang bersifat wajib. Jadi semua petani dan perusahaan yang mengusahakan komoditi ini harus lulus sertifikat  ISPO jika tidak maka perusahaan/petani terancam untuk di cabut ijinnya dan jika petani harus mengganti komoditinya.

Hingga saat ini prinsip dan kriteria ISPO yang harus di penuhi untuk petani kelapa sawit masih belum selesai di rumuskan sehingga masih belum ada di lakukan sertifikasi untuk petani hingga saat ini.

Selain RSPO masih ada sertifikat ISCC yang sudah diraih oleh beberapa kebun petani di Indonesia. Sertifikat ISCC adalah suatu syarat jika produk CPO ingin di jual ke negara eropah. Sertifikat  ini bukan hanya untuk produk cpo tetapi semua produk yang dapat menghasilkan energi seperti jagung, kedelai, bunga matahari dan lain-lain.



Daftar Petani yang Memperoleh Sertifikat RSPO
Dari situs resmi RSPO yaitu rspo.org berikut adalah daftar petani kelapa sawit yang sudah lulus sertifikat tersebut :

Tabel Petani Yang Sudah Lulus Sertifikat RSPO
Nama Perusaah Mitra
Petani
Auditor
Tanggal Sertifikasi
Cargill Incorporated
Petani Plasma Cargill - CTP Holdings Pte Ltd: PT Hindoli
BSI
10/05/2010
PT Musim Mas
Petani KKPA PT Musim Mas
CUC
26/11/2010
PT Inti Indosawit Subur
Petani Plasma PT Inti Indosawit Subur Buatan
CUC
05/12/2011
PT Inti Indosawit Subur
Petani Plasma PT Inti Indosawit Subur Ukui
BSI
18/12/2011
PT Inti Indosawit Subur
Petani Plasma PT Inti Indosawit Subur - Muara Bulian
BSI
10/12/2012
PT Inti Indosawit Subur
Petani Plasma PT Inti Indosawit Subur - Tungkal Ulu
BSI
10/12/2012
PT Ivo Mas Tunggal
Petani Plasma  PT Ramajaya Pramukti (PT. RJP)
Mutu Agung
16/06/2012
PT Ivo Mas Tunggal
Petani Plasma  PT.Buana Wiralestari Mas (PT.BWL)
Mutu Agung
11/06/2012

Jika kita lihat tabel di atas petani plasma dan KKPA yang memiliki perusahaan mitalah yang sudah melakukan proses sertifikasi RSPO. Dimulai pada tahun 2010 oleh petani plasma PT. Hindoli, Petani KKPA Musimas, petani plasma PT. Inti Indosawit Subur Buatan, petani plasma PT. Inti Indosawit Subur Ukui, petani plasma PT. Inti Indosawit Subur Tungkal Ulu, petani plasma PT. Inti Indosawit Subur Muara Bulian dan petani plasma PT. Ivo Mas Tunggal.

Hingga saat ini di Indonesia baru satu KUD petani swadaya yang sudah memeproleh sertifikat RSPO yaitu  Asosiasi Petani Sawit Swadaya Amanah yang berada di Ukui yang di audit  pada 11/02/2013 oleh BSI.  Kita berharap kedepan semakin banyak petani swadaya Indonesia yang memperoleh pengakuan di dunia Internasional dengan memperoleh sertifikat RSPO.

Sedangkan di luar negeri ada tiga petani swadaya yang sudah memperoleh sertifikat RSPO yaitu :

Petani
Auditor
Tanggal Sertifikasi

UPOIC (Nuakhlong-Khaopanom) Independent Smallholders Group, Krabi Province, Thailand
BSI
01/05/2012
Wild Asia Group Scheme (WAGS) – MPOB SPOC Telupid (Group Independent Smallholders)
BSI
03/06/2013

Kita berharap kedepan semakin banyak petani kelapa sawit di Indonesia yang memperoleh sertifikat RSPO di Indonesia sehingga akan menjadi bukit nyata bahwa petani kelapa sawit kita sudah go Internasional dan melakukan praktek budidaya kelapa sawit yang sudah ramah lingkungan. Hidup terus petani kelapa sawit Indonesia.


Demikian informasi tentang petani kelapa sawit yang sudah memperoleh sertifikat RSPO di Indonesia semoga dapat membantu dan bermanfaat.

Kamis, 20 Maret 2014

Biaya Produksi Kelapa Sawit Petani.

Biaya Produksi Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Petani. Tanaman kelapa sawit menjadi primadona karena memiliki keuntungan yang sangat tinggi tetapi ini hanya bisa terjadi jika di kelola dengan cara yang benar.  Keuntungan petani kelapa sawit merupakan selisih dari penjualan tandan buah segar kelapa sawit dengan biaya untuk produksi tandan buah segar (tbs) kelapa sawit tersebut. Kenyataan di lapangan petani kelapa sawit banyak yang mengalami kerugian karena biaya yang di keluarkan untuk memproduksi tandan buah kelapa sawit sangat tinggi.

Jika dirumuskan maka :
Keuntungan = (harga x produksi tbs) - biaya produksi tbs

Jika di lihat dari rumus di atas maka ada beberapa komponen utama yaitu :
1. Harga tandan buah segar
Harga merupakan komponen yang tidak bisa di tentukan oleh petani karena sudah di tetapkan oleh pemerintah melalui rapat harga yang dilaksanakan oleh dinas perkebunan, perusahaan dan petani.

Jika produksi tbs yang dihasilkan petani dan biaya produksi tbs di anggap tetap  maka petani akan memperoleh keuntungan lebih besar jika harga naik sedangkan jika harga turun maka keuntungan petani juga akan turun.

Jadi dalam hal harga petani tidak memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan karena sudah di tentukan oleh pasar. Saat ini petani terbantu oleh harga sawit yang sangat tinggi karena sudah berada di atas Rp. 2000/kg tandan buah segar.

2. Produksi tandan buah segar
Produksi tandan buah segar sangat erat kaitannya dengan jenis bibit kelapa sawit dan pemeliharaan terutama (pemupukan dan pengendalian gulma) yang dilakukan sebab kelapa sawit memerlukan perawatan ekstra.

Jika kalapa sawit yang di tanam petani berasal dari bibit yang unggul maka potensi produksi yang dihasilkan sangat tinggi tetapi kenyataan petani banyak menanam bibit yang tidak unggul. Oleh karena itu produksi tandan buah segar petani sangat jauh dari harapan. Seperti contoh untuk kelapa sawit yang berumur 20 tahun jika menggunakan benih marihat masih memiliki potensi produksi > 24 ton/ha tetapi kenyataan banyak petani kelapa sawit hanya memperoleh 15-20 ton/ha. 

Jadi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar maka petani harus bisa meningkatkan produksi dari kebunnya. Ini berarti membutuhkan pelatihan bagi petani tentang bagaimana cara agar kelapa sawit berbuah banyak.

3. Biaya produksi tandan buah segar
Biaya produksi terdiri dari jumlah semua komponen biaya yang di keluarkan untuk memproduksi tandan buah segar. Atau dapat di rumuskan :

Biaya produksi = Jumlah seluruh Komponen Biaya produksi (Rp)

Komponen biaya produksi meliputi biaya pemeliharaan kelapa sawit, biaya penen dan pengangkutan tandan buah segar.

Jika biaya produksi bisa di tekan melalui pengingkatan produktivitas tenaga kerja maka petani kelapa sawit akan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Biaya Produksi Petani Kelapa Sawit.
Dari hasil penelusuran kelapangan yang dilakukan oleh admin konsultasisawit dengan beberapa sumber di perkebunan kelapa sawit petani transmigrasi Riau saat ini biaya yang keluarkan petani Rp. 718/kg tandan buah segar, secara rinci adalah sebagai berikut :

Tabel Biaya Produksi Petani Kelapa Sawit Perkapling/Tahun
Uraian
Rotasi/Tahun
Biaya/ Rotasi (Rp)
Biaya/Tahun (Rp)
Pupuk
12
1.100.000
13.200.000
Menunas
1
700.000
700.000
Pengendalian gulma
2
                   1.000.000
 2.000.000
Perawatan Jalan
12
30.000
360.000
Panen

 Rp. 150/kg
5.400.000
Pengangkutan

 Rp. 90/kg
3.240.000
Administrasi Kelompok/KUD

 Rp. 10/kg
360.000
Sosial (Desa, Masjid dan sekolah)
12
50.000
600.000
Total Biaya Produksi (Rp)
25.860.000
Produksi Tandan Buah Segar (Kg)
36.000
Biya Produksi/kg TBS (Rp/Kg)
718

Jika kita lihat dari tabel di atas maka dengan harga Rp. 2.000/kg saat ini petani masih memperoleh keuntungan sebesara Rp. 1.282/kg. Dari segi bisnis hal ini sangat menguntungkan karena keuntungan yang diperoleh petani dari berkebun kelapa sawit mencapai 178%. Jika kita asumsikan petani meminjam modal ke bank dan dikenakan biaya bunga sebesar 15%/pertahun maka petani masih memiliki sisa keuntungan sebesar 63,42% dalam setahun.

Jadi kalau masih ada petani kelapa sawit yang rugi saat ini berarti produksi yang di hasilkan sangat rendah jika kita kembali kerumus di atas maka biaya produksi akan mencapai Rp. 2000/kg jika produksi yang dihasilkan < 5 ton/ha. Kalau sudah demikian maka kelapa sawit tersebut harus di replanting dengan tanaman yang baru karena sudah tidak layak lagi untuk di pelihara. 

Kesimpulannya untuk dapat meningkatkan keuntungan maka petani kelapa sawit harus :
1. Meningkatkan produksi tandan buah segar
Untuk meningkatkan produksi kelapa sawit maka harus dilakukan pemeliharaan sacara maksimal untuk selengkapnya silahkan baca artikel cara agar kelapa sawit berbuah banyak.
2. Mengurangi biaya produksi tandan buah segar
Cara yang paling mudah untuk mengurangi biaya produksi adalah dengan cara melaksanakan sendiri beberapa pekerjaan di kapling seperti panen, menunas, mengendalikan gulma, menyemprot dan kegiatan lainnya. Sehingga biaya yang seharusnya di bayarkan untuk pekerja menjadi pendapatan tetap petani kelapa sawit itu sendiri. Dari data di atas maka jika item perkejaan ini dilakukan maka petani akan mengurangi pengeluaran sebesar Rp. 6.300.000/tahun atau menekan biaya produksi sebesar Rp. 263/kg tandan buah segar.

Demikian informasi tentang biaya produksi petani kelapa sawit semoga dapat bermanfaat dan memberikan informasi bagi anda yang ingin mencoba untuk melakoni bisnis kelapa sawit.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...